Selasa, 24 Oktober 2023

Sejarah dan Perkembangan Manajemen Operasional Hingga Saat ini

 

Pengertian manajemen menurut Hitt, Black, & Porter (2012)  adalah proses mengumpulkan dan menggunakan sekumpulan sumber daya dengan cara diarahkan pada tujuan untuk menyelesaikan tugas dalam suatu organisasi.

Dengan kata lain, manajemen adalah seni mengatur, ilmu yang mempelajari cara mengkoordinasikan orang lain untuk mencapai sebuah tujuan, atau secara singkatnya adalah bekerja melalui tangan - tangan orang lain.

Di dalam manajemen terdapat berbagai macam cabang ilmu lain, dan salah satunya merupakan manajemen operasi. 

Lantas apa yang dimaksud dengan manajemen operasi?

Menurit Heizer dan Render (Buku Manajemen Operasi tahun 2015), Manajemen operasi adalah aktivitas yang berhubungan dengan penciptaan barang dan jasa melalui proses transformasi dari input (masukan) ke output (hasil).

Secara singkatnya manajemen operasi merupakan segala kegiatan yang berhubungan dengan proses pengubahan bahan baku menjadi barang siap pakai.

Sesungguhnya manajemen operasi sudah ada sejak dahulu kala, karena proses operasi selalu melekat dalam kehidupan manusia.

Namun seiring berjalannya waktu, manajemen operasi terus berkembang menjadi lebih kompleks dan memiliki cakupan yang lebih luas, dikarenakan banyak para ahli yang menyumbangkan ilmunya untuk manajemen operasi.

Seperti Elly Whitney (1800), dikenal sebagai orang pertama yang mempopulerkan komponen yang dapat dibongkar pasang, hal itu didapat melalui standardisasi dan pengendalian mutu. la berhasil memenangkan kontrak pemerintah Amerika Serikat untuk 10.000 pucuk senjata yang dijual dengan harga tinggi karena senjata tersebut dibongkar pasang.

Selanjutnya Frederick W. Taylor (1881), yang dikenal sebagai bapak ilmu manajemen, menyumbangkan ilmu seleksi karyawan, perencanaan dan penjadwalan, studi gerak, dan ergonomi bidang yang sangat populer pada masanya sampai sekarang. Hal itu merupakan suatu kontribusi terbesarnya melalui keyakinan bahwa manajemen bisa menjadi lebih kuat dan agresif dengan cara memperbaiki metode kerja. Tidak hanya itu, Taylor, Henry L. Gantt, Frank, dan Lillian Gilbreth termasuk orang-orang pertama yang secara sistematis mencari cara terbaik untuk memproduksi.

Sumbangan lain dari Taylor adalah manajemen harus bertanggung jawab dalam beberapa hal, di antaranya:

1. menempatkan pekerja yang tepat di tempat yang tepat;

2. menyediakan pelatihan yang memadai;

3. menyediakan metode kerja dan alat bantu yang sesuai;

4. menerapkan sistem insentif/imbalan untuk penyelesaian pekerjaan.

Pada tahun 1913, Henry Ford dan Charles Sorensen memadukan pengetahuan pada komponen yang distandarisasi dengan lint produksi, semu pada proses pengepakan daging dan industri mailorder. Selain itu, menambahkan konsep baru pada lint produksi, yaitu para pekerja berdiri, sementara bahan bergerak.

Pengendalian mutu juga berperan besar dalam sejarah manajemen operasi. Walter Shewhart (1924) memadukan pengetahuan statistiknya dengan kebutuhan pengendalian mutu dan menemukan dasar-dasar perhitungan statistik serta pengambilan sampel untuk mengendalikan mutu.

W. Edwards Derning dan Frederick Taylor (1950) berpendapat bahwa manajemen harus berbuat lebih banyak untuk memperbaiki lingkungan kerja dan proses agar mutu menjadi lebih baik.

Pada perjalannya, manajemen operasi akan terus berkembang dengan adanya sumbangan dari ilmu lain, termasuk teknik industri dan management science. Seiring dengan kemajuan statistik, manajemen dan ilmu ekonomi telah berkontribusi pada peningkatan produktivitas.

Penemuan dalam ilmu pasti (biologi, anatomi, kimia, fisika), juga memberikan kontribusi terhadap kemajuan manajemen operasi, termasuk bahan perekat baru, proses kimiawi untuk papan sirkuit, sinar gamma, diperlukan untuk mensterilkan produk makanan, dan meja yang terbuat dari timah diperlukan untuk membuat gelas kualitas tinggi. Dengan demikian, desain produk dan proses sering bergantung pada ilmu biologi dan fisika.

Selanjutnya, kontribusi terpenting bagi manajemen operasi datang dari ilmu informatika, yang didefinisikan sebagai proses sistematis serta dapat dilakukan pada data untuk mendapatkan informasi. Ilmu informatika, internet, dan e-commerce memberikan sumbangan dalam peningkatan produktivitas dan menyajikan barang dan jasa yang lebih bervariasi kepada masyarakat.

Kesimpulannya, manajemen operasi benar - benar telah berkembang menjadi ilmu yang sangat luas cakupannya dan menjangkau aspek. Mulai dari mutu produk, kualitas karyawan, informatika, biologi, dll.

Mungkin seiring berjalannya waktu kedepannya, akan semakin banyak aspek yang bertambah dalam manajemen operasi yang menjadikan ilmu manajemen operasi ini semakin lengkap.


The definition of management according to Hitt, Black, & Porter (2012) is the process of gathering and using a set of resources in a goal-directed manner to complete tasks in an organization.

In other words, management is the art of organizing, a science that studies how to coordinate other people to achieve a goal, or in short, working through the hands of others.

Within management there are various other branches of science, and one of them is operations management.

So what is operations management?

According to Heizer and Render (2015 Operations Management Book), operations management is an activity related to the creation of goods and services through the transformation process from input (input) to output (result).

In short, operations management is all activities related to the process of converting raw materials into ready-to-use goods.

Indeed, operations management has existed since time immemorial, because the operation process is always inherent in human life.

But over time, operations management continues to develop into more complex and has a wider scope, because many experts contribute their knowledge to operations management.

Like Elly Whitney (1800), known as the first person to popularize components that can be disassembled, it was obtained through standardization and quality control. He managed to win the Am government contract for 10,000 guns that were sold at a high price because they were disassembled.

Furthermore, Frederick W. Taylor (1881), known as the father of management science, contributed to the science of employee selection, planning and scheduling, motion studies, and ergonomics fields that were very popular in his time until now. His greatest contribution was his belief that management could become stronger and more aggressive by improving work methods. Not only that, Taylor, Henry L. Gantt, Frank, and Lillian Gilbreth were among the first people to systematically search for the best way to produce.

Another contribution of Taylor is that management should be responsible for several things, including:

1. putting the right workers in the right places;

2. providing adequate training;

3. providing appropriate work methods and tools;

4. implementing an incentive/reward system for job completion.

In 1913, Henry Ford and Charles Sorensen combined knowledge on standardized parts with production lines, such as in the meat packing process and mail order industry. In addition, they added a new concept to the production line, where workers stand while materials move.

Quality control also plays a major role in the history of operations management. Walter Shewhart (1924) combined his statistical knowledge with the needs of quality control and discovered the fundamentals of statistical calculation and retrieval.

W. Edwards Derning and Frederick Taylor (1950) argued that management should do more to improve the work environment and processes for better quality.

Along the way, operations management will continue to evolve with contributions from other sciences, including industrial engineering and management science. Along with advances in statistics, management and economics have contributed to productivity improvements. 

Discoveries in the exact sciences (biology, anatomy, chemistry, physics), also contributed to the advancement of operations management, including new adhesive materials, chemical processes for circuit boards, gamma rays, needed to sterilize food products, and tables made of tin needed to make high-quality glass. Thus, product and process design often relies on biological and physical sciences.

Furthermore, the most important contribution to operations management comes from informatics, which is defined as the systematic and tractable processing of data to obtain information. Informatics, the internet, and e-commerce have contributed to increasing productivity and providing a wider variety of goods and services to society.

In conclusion, operations management has truly evolved into a very broad and far-reaching science. Starting from product quality, employee quality, informatics, biology, etc.

Perhaps over time, there will be more and more aspects added to operations management that make the science of operations management more complete.

 

  : @digitechuniversity 
 : @digitechuniversity
 : @s1manajemen.digitech
 : @hmm.digitech_university
 : @saltr0_0
🏫 : https://digitechuniversity.ac.id/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar